Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah menerima sebanyak 5.579 laporan phishing pada April-Juni 2022. Jumlah ini lebih meningkat daripada kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 1.637 kasus. Laporan ini membuktikan bahwa email phishing adalah salah satu kejahatan siber yang sering dialami oleh warganet Indonesia.
Istilah email phishing memang masih awam bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tak heran kasus ini makin melonjak setiap tahunnya. Anda perlu mengetahui bahaya phishing dan cara mengatasinya supaya terhindar dari kasus ini. Simak ulasan ini untuk mempelajari lebih dalam tentang phishing.
Apa itu Phishing?
Untuk membantu memahami apa itu email phishing, ada baiknya Anda memahami apa itu phishing terlebih dahulu.
Sederhananya, phishing adalah sebuah usaha untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang, entah itu informasi seperti nama, umur, tempat tinggal, atau akses pada akun, seperti email, username, password, atau data finansial seperti informasi kartu kredit, rekening bank, dan lainnya.
Pelaku phishing bekerja dengan memancing orang untuk membeberkan informasi tersebut, misalnya dengan menyamar sebagai orang dari institusi yang terpercaya, entah itu bank, perusahaan media sosial, atau customer service dari perusahaan terkait.
Kegiatan phishing ini dapat muncul dalam berbagai jenis seperti web phishing, url phishing, caller ID phishing, dan email phishing.
Apa yang Dimaksud Email Phising?
Email phishing adalah tindakan mengelabui seseorang atau organisasi tertentu melalui email demi mendapatkan informasi penting, rahasia, dan sensitif. Aksi ini termasuk dalam salah satu aksi kejahatan siber (cyber crime) yang dijalankan oleh seseorang dengan menyamar sebagai pihak atau institusi resmi.
Pelaku email phishing biasanya menggunakan alamat email yang kurang lebih serupa dengan institusi resmi. Hal ini membuat korban atau calon korban phishing dapat tertipu oleh email palsu yang mereka dapatkan.
Istilah phishing dalam bahasa Inggris berasal dari kata fishing, artinya memancing. Singkatnya, arti phishing adalah usaha memancing korban supaya mereka mau melakukan permintaan pengirim, umumnya memberikan data pribadi.
Pelaku phishing tidak hanya berpura-pura sebagai institusi resmi. Mereka pun menulis email palsu serta membangun website yang mirip seperti aslinya. Website phishing memang lebih mudah dideteksi melalui link yang berbeda dari website aslinya.
Namun, email phishing susah diidentifikasi karena pelaku menggunakan teknik spoofing, yakni membuat nama akun dan alamat email yang seolah-olah sama dengan alamat asli. Isi email phishing berupa ajakan untuk mengeklik link dalam subjek email, kemudian memasukkan data sensitif seperti alamat email dan password di dalamnya.
Ketidaksadaran warganet Indonesia akan phishing membuat kasus kian meningkat. Selain itu, pelaku phishing cenderung menggunakan lebih dari satu nama domain untuk melancarkan aksinya.
Apa Saja Ciri-ciri Email Phishing?
Untuk menghindari phishing, khususnya email phishing, Anda bisa mempelajari beberapa ciri-cirinya. Hindari kiriman email atau pesan teks dengan ciri-ciri di bawah ini apabila Anda menemukannya di kotak masuk (inbox).
1. Bahasa Tidak Rapi
Ciri pertama email phishing adalah gaya bahasa dan penulisan yang tidak rapi lantaran pengirimnya hanyalah orang biasa yang tidak memahami kaidah tata bahasa. Namun, pelaku phishing makin pintar saat ini. Mereka bisa menyalin kalimat dari email resmi, kemudian memodifikasinya. Ada pula pelaku yang memang terlihat santun dalam berbahasa, jadi ciri-ciri ini bukan patokan utama.
2. Ada Tautan Mencurigakan
Email phishing selalu disertai tautan (link) mencurigakan di dalamnya. Tautan tersebut dapat mengarah pada landing page atau website yang menjebak korban. Anda perlu mengenali link palsu yang tersemat dalam email tersebut supaya tidak terjebak untuk mengekliknya.
3. Domain Email Tidak Profesional
Institusi resmi selalu menggunakan domain khusus sebagai salah satu identitasnya. Contohnya, alamat email dari Cloudmatika selalu menggunakan domain @cloudmatika.com. Sementara itu, pelaku phishing selalu memanfaatkan domain gratis yang tidak mencerminkan institusi resmi tersebut.
4. Website Palsu Menyerupai Aslinya
Email dan website sudah menjadi satu paket dalam aksi phishing. Website ini cenderung menjadi lokasi korban phishing memasukkan informasi sensitif. Website tersebut dibuat mirip seperti website aslinya, mulai dari logo hingga skema warnanya. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan cross-check terhadap website, link, dan identitas pengirim email phishing.
Apa Saja Jenis-Jenis Email Phishing yang Harus Diwaspadai?
Pelaku phishing mengirimkan email dalam jenis yang berbeda-beda. Anda harus mewaspadai tiga jenis email phishing di bawah ini.
1. Spear Phishing
Spear phishing diibaratkan sebagai seorang nelayan yang melemparkan kail secara asal, tetapi hanya menargetkan jenis ikan tertentu. Dalam konteks cyber crime, email seolah-olah dikirim dari alamat valid, tetapi menyasar target secara spesifik. Pelaku phishing mengenali detail calon korban melalui media sosial atau teknik Man-in-the-Middle.
Setelahnya, pelaku mengirimkan email palsu dengan menyamar sebagai klien, rekan kerja, atau kerabat korban. Isi email-nya pun berupa permintaan informasi penting atau rahasia.
2. Clone Phishing
Jenis email phishing ini menggunakan teknik duplikasi email asli yang telah dikirim. Pelaku mengganti link atau file yang terlampir di dalam email asli tersebut menjadi malware, kemudian memalsukan alamat dan email supaya seolah-olah terlihat asli. Pelaku mengirimkan lebih dari satu email dan beralasan sedang terjadi pengiriman ulang karena masalah jaringan.
Clone phishing sangat berbahaya daripada jenis phishing lainnya lantaran korban sulit mengenali kiriman email palsu.
3. Whaling
Sesuai namanya,whale phishing (whaling) menargetkan email milik individu penting dalam institusi. Pelaku bertujuan mengorek informasi penting atau mendapatkan akses ke sistem milik institusi demi menjalankan tindakan kejahatan. Alasan yang dibuat cenderung mengandung tuntutan hukum atau nama baik organisasi.
Operasi whaling dijalankan dengan teknik spoofing supaya korban langsung percaya dengan email tersebut dan langsung melakukan tindakan yang diminta.
Bagaimana Cara Mencegah Serangan Email Phishing?
Kabar bagusnya, Anda dapat mencegah email phishing agar tidak berkembang menjadi kasus cyber crime. Lakukan beberapa langkah di bawah ini sebagai langkah preventif untuk mencegah email phishing.
1. Periksa Keaslian Pengirim Email
Keaslian pengirim dapat dilihat melalui identitas nama dan alamat email. Lantas, bagaimana jika pelaku menggunakan teknik spoofing sehingga identitasnya terlihat asli? Anda dapat mengecek body email, terutama bagian header dan footer, sesuai mail client yang digunakan.
2. Jangan Berikan Data Pribadi
Hati-hati dalam memberikan data pribadi di mana pun, termasuk media sosial dan website. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya, terutama spear phishing.
3. Hati-hati Menampilkan Alamat Email
Jagalah kerahasiaan alamat email Anda dari publik supaya tidak mudah dicari oleh pelaku phishing. Sembunyikan informasi alamat email di media sosial Anda.
4. Scan dengan Antivirus
Email phishing bisa pula berisi lampiran file yang mengandung malware. Walaupun file tersebut belum sempat diunduh, malware tersebut dapat terunduh secara otomatis ke dalam komputer. Segera lacak malware tersebut dengan software antivirus terbaru. Hapus skrip yang mencurigakan karena malware ini dapat mencuri informasi pribadi Anda.
5. Jangan Klik Link di Dalam Email
Cek dan pastikan dahulu link tersebut aman sebelum diklik. Jangan mudah tergiur meskipun isi email-nya cukup fantastis. Pastikan Anda hanya mengeklik tautan dari email tepercaya dan Anda pernah berlangganan newsletter-nya.
6. Lakukan Optimasi Keamanan Website dan Email
Gunakan sistem keamanan yang resmi berupa Secure Socket Layer (SSL) untuk website dan email Anda. Atur pula keamanan email melalui fitur spam filter di cPanel. Saat mengelola website, hindari tema dan plugin bajakan karena lebih rentan disusupi malware.
7. Berikan Penyuluhan kepada Karyawan
Pastikan karyawan Anda sudah mengenali bahaya email phishing sehingga mereka ikut menghindarinya. Ajak mereka untuk memahami pentingnya mewaspadai email yang tidak diminta, menghindari link yang mencurigakan, serta tidak membagikan informasi sensitif secara sembarangan.
8. Gunakan Layanan Email Tepercaya
Terakhir, gunakan layanan email tepercaya dengan fitur anti-spam. Fitur ini dapat menghalangi masuknya email phishing secara otomatis sehingga Anda tak perlu menyaring dan menghapusnya satu per satu.
Rahasia terbaik dalam mencegah phishing adalah layanan email Cloudmatika Mail Buster. Mail Buster sangat canggih karena memanfaatkan teknologi machine learning dan heuristic analysis. Selain serangan phishing, inbox Anda pun tetap aman dari malware dan virus yang menyusup ke dalam email.Hubungi Cloudmatika jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut dan mencoba free trial software ini.