Kenali 5 Cara Mengatasi Hardisk Penuh dengan Tepat

By 20 October, 2022

Ketika kapasitas penyimpanan dari laptop sudah penuh, maka Anda harus mempelajari cara mengatasinya. Bagaimana cara mengatasi hardisk penuh?

Ketika kapasitas penyimpanan dari laptop sudah penuh, maka Anda harus mempelajari cara mengatasi hardisk penuh agar laptop dapat bekerja dengan lebih maksimal. Kinerja dari laptop Anda memang terkadang akan menjadi lebih lambat ketika hard disk sudah terisi penuh, apalagi jika hard disk yang penuh adalah di bagian drive C: yang merupakan tempat penyimpanan Windows dan seluruh perangkat lunak yang digunakan.

Melalui artikel ini, Anda dapat mempelajari cara mengatasi hardisk penuh dengan mudah. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa saja penyebab hard disk bisa penuh. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Penyebab Hard Disk Penuh?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hard disk komputer penuh, mulai dari terlalu banyak menyimpan berkas hingga pengaturannya yang kurang sesuai. Berikut ini adalah beberapa penyebab hard disk komputer bisa penuh.


1. Pembagian Partisi Tidak Merata

Biasanya, penyimpanan dari komputer Anda akan dibagi menjadi dua, yaitu Local Disk C dan Local Disk D. Ketika salah satu partisi hard disk tersebut lebih cepat penuh daripada yang lain, kemungkinan besar adalah karena pembagian kapasitas penyimpanannya yang tidak merata.

Pastikan ketika Anda melakukan instal ulang, dua partisi hard disk yang dibagikan memiliki kapasitas penyimpanan yang merata. Akan lebih baik jika partisi Local Disk C memiliki kapasitas yang lebih besar karena biasanya akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan seluruh sistem Windows dan aplikasi yang akan dipasang.


2. Terlalu Banyak Software dan Aplikasi yang Terpasang

Seperti yang kita tahu, untuk memasang software dan aplikasi di komputer akan memakan tempat penyimpanan untuk semua data dari software dan aplikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, jika hard disk komputer Anda penuh, ada kemungkinan bahwa ada terlalu banyak software atau aplikasi yang terpasang di komputer tersebut.


3. Temporary Files Menumpuk

Temporary files merupakan sebuah berkas yang sifatnya hanya sementara, yang biasanya berfungsi untuk mempercepat proses ketika hendak mengakses software atau aplikasi komputer. Akan tetapi, temporary files dapat memakan terlalu banyak kapasitas penyimpanan jika sudah terlalu menumpuk.


4. Menyimpan Terlalu Banyak File

Sudah sangat jelas jika Anda menyimpan terlalu banyak file maka hard disk komputer akan penuh. Selain file dari software atau aplikasi yang terpasang, biasanya akan file lain yang disimpan di komputer, seperti video (film, serial TV, drama, dsb.) hingga gambar (desain grafis, foto bersama keluarga, teman, dsb.).


5. Terkena Virus atau Ransomware

Ketika hard disk Anda tiba-tiba seperti penuh atau bahkan tidak dapat diakses, ada kemungkinan komputer tersebut terkena virus atau ransomware. Oleh karena itu, Anda harus selalu melakukan pengecekan agar hal ini tidak terjadi pada komputer yang digunakan. Idealnya, Anda harus selalu melakukan pengecekan minimal sebulan sekali, apalagi jika sering mengakses website tidak jelas di internet.

Baca Juga: Bahaya Virus Ransomware dan Cara Mencegahnya


Bagaimana Cara Mengatasi Hard Disk Penuh?

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hard disk komputer yang sudah penuh, mulai dari melakukan manajemen penyimpanan yang lebih baik hingga menghapus file yang tidak dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi hardisk penuh dengan mudah yang harus Anda ketahui.


1. Membagi Partisi Hard Disk dengan Baik

Terkadang karena banyaknya software atau aplikasi yang terpasang, partisi dari Local Disk C akan lebih cepat penuh daripada yang lainnya. Oleh karena itu, Anda harus dapat membagi partisi hard disk dengan baik agar salah satu partisi tidak akan cepat penuh. Jika memang Anda akan memasang banyak software dan aplikasi, lebih baik kapasitas Local Disk C diperbesar daripada yang lain.

Baca Juga: Pahami 5 Cara Selamatkan Data dari Hardisk Rusak dengan Efektif

Namun perlu diingat, pembagian partisi ini hanya berlaku untuk mencegah terjadinya kepenuhan di salah satu partisi hard disk. Apabila seluruh partisi hard disk yang ada sudah penuh, maka akan percuma melakukan pembagian partisi. Untuk mengatasi hal ini, simak cara mengatasi hardisk penuh lainnya di bawah!


2. Uninstall atau Hapus Software dan Aplikasi yang Tidak Dipakai

Software dan aplikasi memang akan memakan kapasitas penyimpanan yang cukup besar karena berbagai file yang mereka butuhkan agar dapat bekerja. Oleh karena itu, jika memang ada beberapa software atau aplikasi yang sudah tidak dipakai, lebih baik uninstall atau hapus saja agar hard disk komputer Anda lebih kosong.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghapus software dan aplikasi, salah satunya adalah dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Masuk ke ‘Setting’.
    • Bila tidak dapat menemukannya, masuk ke menu ‘Start’ dan cari ikon yang berbentuk seperti gear.
  • Selanjutnya, pilih menu ‘Apps’ dan klik tab ‘Apps & features’.
  • Pada tahap ini, Anda akan menemukan berbagai macam software dan aplikasi yang terpasang. Cari yang sudah tidak terpakai dan klik, lalu Anda akan menemukan opsi ‘Modify’ dan ‘Uninstall’.
  • Uninstall software dan aplikasi yang sudah tidak terpakai. Ikuti prosesnya dan tunggu sampai selesai.
Biasanya, proses uninstall akan memakan waktu beberapa menit saja. Jika sudah selesai, terkadang sistem operasi Anda akan mengharuskan untuk melakukan reboot terlebih dahulu; Anda bisa langsung melakukan reboot jika sudah tidak ada yang ingin dilakukan atau bisa juga lakukan reboot nanti saja ketika masih ada hal yang ingin dilakukan.


3. Membersihkan Temporary Files

Seperti yang sudah dijelaskan, terkadang temporary files akan memakan banyak sekali ruang penyimpanan. Oleh karena itu, untuk mengosongkan hard disk, Anda dapat menghapus temporary files ini. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membersihkan temporary files di komputer Anda:
  • Masuk ke ‘Setting’.
  • Selanjutnya, pilih menu ‘System’ dan klik tab ‘Storage’.
  • Akan muncul pilihan partisi hard disk, klik Local Disk C.
  • Tunggu beberapa saat untuk sistem memindai hard disk.
  • Klik ‘Temporary files’.
  • Klik ‘Remove files’.
Setelah Anda mengeklik Remove files, tunggu prosesnya selama beberapa lama. Jika sudah, maka seharusnya hard disk komputer Anda akan lebih kosong. Walaupun begitu, terkadang temporary files tidak akan memakan terlalu banyak ruang penyimpanan, apalagi jika software dan aplikasi yang terpasang hanya sedikit.


4. Hapus File yang Tidak Diperlukan

Terkadang ada banyak file yang sudah tidak diperlukan dan masih tersimpan di dalam komputer. Sebaiknya, Anda menghapus saja seluruh file tersebut agar hard disk dapat lebih kosong. Coba cek file yang ada di dalam folder Downloads, Pictures, Videos, atau Documents, biasanya akan ada banyak file yang tersimpan di sana.


5. Gunakan Penyimpanan Cloud

Apabila Anda tidak ingin menghapus file yang ada di komputer, maka pindahkan saja seluruh file tersebut ke dalam penyimpanan cloud. Pada dasarnya, penyimpanan cloud adalah bentuk penyimpanan di mana seluruh file akan tersimpan di dalam cloud, atau sistem yang ada di internet. Jadi, Anda dapat mengakses seluruh file yang tersimpan melalui internet nantinya.

Baca Juga: Saatnya Beralih Menggunakan Cloud Storage Untuk Kemudahan WFH

Salah satu layanan penyimpanan cloud yang dapat Anda gunakan adalah Filebox dari Cloudmatika. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari layanan penyimpanan cloud adalah kapasitasnya yang sangat tinggi, mulai dari 1TB hingga tidak terbatas. Selain itu, FileBox juga memiliki fitur restore, sehingga jika terjadi kesalahan dan menyebabkan file terhapus, Anda dapat menyelamatkan file tersebut.

Tidak hanya itu saja, layanan Filebox dari Cloudmatika juga memiliki solusi ransomware, jadi data yang hilang dapat dipulihkan ke kondisi waktu terkahir file tersebut disimpan sebelum hilang karena ransomware. Hubungi Cloudmatika sekarang juga untuk informasi lebih lanjut!

Cloudmatika Filebox
Whatsapp Chat Chat Kami Disini